Showing posts with label Asam Urat. Show all posts
Showing posts with label Asam Urat. Show all posts

Atasi Asam Urat Dengan Tanaman Obat

Posted by Sehat Dengan Herbal on Friday, March 18, 2011

Asam urat adalah salah satu penyakit rematik yang diakibatkan oleh tingginya kadar asam urat di dalam darah. Sejumlah nama-nama terkenal seperti Leonardo Da Vinci, Benjamin Franklin, dan Ratu Anne diketahui menderita penyakit ini. Memang penyakit ini tidak mematikan, namun karena sifatnya mudah kambuh dan menimbulkan nyeri yang amat sangat, maka penyakit ini terbilang cukup mengganggu bagi penderitanya.
 
Sebenarnya tubuh kita memproduksi asam urat sebagai hasil sampingan dari metabolisme purin. Asam urat yang terbentuk dalam darah akan dibuang melalui urin sehingga dalam kondisi yang normal, asam urat bisa ditemukan di urin maupun darah. Namun apabila jumlahnya sangat berlebihan, maka tubuh akan kesulitan mengatur sistem pembuangannya sehingga kristal-kristal asam urat bisa menumpuk di persendian dan kondisi inilah yang disebut sebagai gouty arthritis atau gangguan asam urat. Karena bentuk kristalnya yang tajam seperti jarum, maka penumpukan kristal asam urat sering menimbulkan nyeri yang amat sangat pada sendi.
 
Asam urat bisa dideteksi melalui pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan cairan sendi, dan radiologi. Melalui pemeriksaan laboratorium, kadar asam urat dalam darah dan urin bisa diperiksa. Seseorang dikatakan menderita asam urat jika kadar asam urat dalam darahnya di atas 7 mg/dl (untuk pria) dan 6 mg/dl (untuk wanita). Sedangkan dalam urin, jika lebih dari 750–1000 mg/24 jam dengan diet biasa, maka sudah bisa dikategorikan sebagai asam urat. 
 
Pemeriksaan cairan sendi dilakukan untuk melihat adanya kristal urat atau monosodium urate dalam cairan sendi. Sedangkan pemeriksaan radiologi digunakan untuk melihat proses yang terjadi dalam sendi dan tulang untuk melihat proses pengapuran dalam benjolan-benjolan yang terjadi akibat penumpukan kristal asam urat di sendi dan otot.
 
Pencetus utama tingginya asam urat adalah pola makan yang tidak tepat. Purin sebagai salah satu bagian dari protein, banyak terdapat dalam sumber-sumber protein seperti daging dan jeroan sehingga pola makan yang tidak seimbang dengan jumlah protein yang sangat tinggi dan dalam kurun waktu yang panjang bisa mencetus terbentuknya penumpukan asam urat. 
 
Sumber purin lainnya yang harus dicermati bagi penderita asam urat adalah:
 
Makanan kalengan seperti kornet, sarden, dan ekstrak daging
Makanan laut seperti udang, kerang dan kepiting
Jeroan seperti hati, ginjal, limpa, babat, usus, paru dan otak
Kacang-kacangan kering beserta olahannya, seperti kacang tanah, kacang hijau, kacang kedelai, tempe, tauco, taoge, oncom dan susu kedelai
Melinjo dan produk-produk olahannya, seperti emping dan kue melinjo
Minuman beralkohol dan berbagai minuman hasil fermentasi
Keju, susu dan telur
Kaldu kental
Buah-buahan seperti durian, avokat, nenas dan air kelapa
Sayuran seperti daun bayam, daun singkong, daun jambu mete, kangkung, asparagus, buncis dan brokoli.
Mengetahui jenis-jenis makanan pencetus asam urat, bukan berarti Anda harus menghindarinya sama sekali. Yang terpenting adalah mengendalikan jumlahnya dalam pola makan Anda, terutama jika Anda adalah penderita asam urat. 
 
http://hs3s.multiply.com/journal/item/263/Atasi_Asam_Urat_Dengan_Tanaman_Obat
More aboutAtasi Asam Urat Dengan Tanaman Obat

SIDAGORI (Sida rhombifolia), TANAMAN OBAT POTENSIAL PENYEMBUH ASAM URAT

Posted by Sehat Dengan Herbal

Sidagori (Sida rhombifoli Linn.) merupakan salah satu jenis tanaman obat dari famili Malvaceae yang memiliki banyak khasiat sebagai obat. Tanaman ini merupakan tanaman semak yang tumbuh liar dan banyak ditemui di pinggir selokan, sungai dan di bawah pohon besar. Salah satu khasiat utamanya adalah untuk menyembuhkan penyakit asam urat yang sering diderita baik pria maupun wanita di atas usia tiga puluh tahun. Penggunaan tanaman ini untuk obat tidak be-gitu sulit, yakni dengan memanfaatkan seluruh bagian tanaman be-rupa daun, batang dan akar. Semua bagian tanaman direbus dan terakhir di tambahkan gula merah untuk menambah rasa. Air seduhan sidagori ini diminum secara teratur selama tiga hari.

Tanaman obat sidagori (Sida rhombifolia Linn.) memiliki sinonim Sida spinosa Linn. atau Sida retusa Linn., saat ini telah banyak dikenal masyarakat karena dapat menyembuhkan berbagai pe-nyakit. Dengan adanya kecenderungan pola hidup masyarakat untuk kembali ke alam, maka penggunaan obat tradisional saat ini kembali meningkat. Penggunaan obat-obatan tradisional tersebut disamping biayanya murah, efek penyembuhannya benar-benar dapat dirasakan.


Sidagori tumbuh tersebar di daerah tropis di seluruh dunia, mulai dari dataran rendah sampai ketingian 1450 m di atas permukaan laut. Merupakan tanaman semak yang memiliki tinggi mencapai 70 cm. Batang agak berkayu, bulat agak liat dengan warna cokelat. Daun tunggal, letak daun berseling berbentuk jantung, ujung bertoreh, pertulangan menyirip, berbulu rapat dan berwarna hijau. Panjang daun 1,5 - 4,0 cm dan lebar 1,0 - 1,5 cm. Bunga tunggal, bulat telur keluar dari di ketiak daun. Makhota bunga ber-warna kuning agak orange. Bunga mekar pukul 12 siang dan layu sekitar 3 jam kemudian. Buahnya bua batu terdiri dari 8 - 10 kendaga, diameter 6 - 7 mm. Buah muda berwarna hijau dan buah tua berwarna hitam. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik pada daerah terbuka dan sering ditemui hidup liar di pinggiran selokan, pinggir sungai, dan di bawah tegakan pohon besar (Gambar di atas).

Budidaya
Sampai saat ini sidagori masih termasuk tanaman liar karena belum ada yang membudidayakannya. Selama ini perbanyakan tanaman dilakukan secara generatif dengan biji yang secara alami berkecambah di sekitar induknya atau terbawa angin dan berkecambah di tempat lain. Perbanyakan dengan setek tergolong sulit sehingga jarang dilakukan.

Fitokimia
Sidagori memiliki sifat khas manis dan mendinginkan. Kandung-an utama tanaman adalah tanin, fla-vonoid, saponin, alkaloid dan gliko-sida. Di samping itu juga ditemui kalsium oksalat, fenol, steroid, efedrine dan asam amino. Kadar kimia zat tersebut ditemui pada kisaran yang berbeda-beda pada jaringan tanaman. Pada akar ditemui alkaloid, steroid dan efedrine. Pada daun di-temui juga alkaloid, Kalsium oksalat, tanin, saponin, fenol, asam amino dan minyak atsiri, pada batang ditemui calsium oksalat dan tanin.

Pembuatan simplisia
Seluruh bagian tanaman sidagori dapat dijadikan simplisia yaitu daun, batang dan akar. Pembuatan simp-lisia sidagori cukup mudah. Ta-naman sidagori dicabut dari tanah, lalu semua kotoran yang menempel pada tanaman dibersihkan dengan air mengalir. Setelah itu, dilakukan penjemuran di bawah sinar matahari sampai tanaman benar-benar kering yang ditandai dengan daun, batang dan akar yang gampang dipatahkan. Setelah itu simplisia dimasukan ke dalam kantong plastik putih dan diikat lalu disimpan pada suhu ruang untuk digunakan sewaktu-waktu se-bagai bahan obat.

Kegunaan/manfaat
Sidagori memiliki khasiat anti radang, anti inflamasi, diuretik dan analgesik. Penggunaan tanaman ini sebagai obat telah lama diyakini masyarakat. Pada awalnya tanaman ini sering digunakan untuk meng-obati penyakit, diantaranya rematik, demam, disentri, cacing kremi, bisul dan ketombe. Namun akhir-akhir ini sidagori banyak dimanfaatkan oleh penderita penyakit asam urat. Pada prinsipnya semua orang mengandung asam urat dengan kadar yang berbeda-beda sesuai dengan kemam-puan metabolismenya. Kadar normal asam urat di dalam darah berkisar antara 2 - 7 mg% . Bila melebihi dari 7 mg%, maka kondisi tersebut akan dapat menimbulkan GOUT akibat kristalisasi dalam persendian. Gout adalah serangan asam urat yang parah sehingga penderita benar-benar merasa kesakitan. Kondisi ini terjadi akibat ginjal tidak akan sang-gup mengaturrnya sehingga ke-lebihannya akan menumpuk pada jaringan dan sendi. Tapi jangan salah, kadar asam urat dalam level rendahpun ternyata berbahaya juga karena dapat menimbulkan sakit akibat pelepasan kristal dari tempat-nya menempel di persendian. GOUT yang disebabkan oleh asam urat memang muncul sesekali karena meta-bolisme purin yang tidak normal. Makin tinggi kadar purin dalam darah akan meningkatkan kadar asam urat.

Pada beberapa daerah seperti Bogor dan Jakarta, tanaman ini sudah banyak diaplikasikan masyara-kat untuk mengobati asam urat yang terbukti dengan banyaknya informasi di media mengenai pengalaman keberhasilan menggunakan terhadap tanaman ini. Khususnya di Balitro sendiri, pemanfaatan tanaman ini sudah banyak dicoba oleh peneliti dan kemanjurannya cukup terbukti. Sebenarnya penggunaannya sebagai obat tidak begitu sulit, hanya dengan mengkonsumsi seluruh bagian dari tanaman yaitu batang, daun dan akarnya. Untuk tujuan menyembuh-kan asam urat, akar tanaman lebih berperan penting karena kandungan zat berkhasiat tersebut lebih tinggi di akar. Disarankan menggunakan satu batang lengkap tanaman sida-gori termasuk akarnya (100 g/tanam-an), dicuci bersih lalu direbus dengan menggunakan air sebanyak satu liter. Air rebusan ditunggu sam-pai menjadi setengahnya, kemudian disaring. Air rebusan sidagori rasanya sedikit langu, perlu ditambahkan sesendok gula pasir atau gula merah ke dalam air seduhan sehingga rasa-nya menjadi agak manis. Teknik ini sebaiknya dilakukan selama tiga hari, sehingga proses penyembuhan asam urat lebih berhasil.

Mengingat tanaman ini sangat potensial, disarankan aspek budidaya perlu diteliti karena sampai saat ini tanaman masih tergolong liar, begitu juga dengan penanganan pasca pa-nen sehingga simplisia yang dihasilkan dapat dijamin mutunya. (Sumber : Sitti Fatimah Syahid, Warta Puslitbangbun Vol.13 No. 2, Agustus 2007)

http://balittro.litbang.deptan.go.id/ind/index.php?option=com_content&view=article&id=78:sidagori-sida-rhombifolia-tanaman-obat-potensial-penyembuh-asam-urat&catid=19:artikel
More aboutSIDAGORI (Sida rhombifolia), TANAMAN OBAT POTENSIAL PENYEMBUH ASAM URAT

Tanaman Obat untuk Asam Urat

Posted by Sehat Dengan Herbal

Istri saya dua hari lalu mengalami sakit pinggang, pagi kemarin mata dan pipinya sembab. Setelah cari informasi sana-sini tampaknya istri saya mengalami gangguan pada ginjalnya. Hari ini, istri saya cek darah dan urin di Laboratorium, dan hasilnya memang ada sedikit gangguan di ginjalnya tapi yang justru menjadi perhatian ternyata asam urat dan kolesterolnya cukup tinggi, jauh di atas nilai maksimal. Setelah dicek dokter penyakit dalam di rumah sakit umum Subang, istri saya diberi obat untuk menurunkan asam urat dan kolesterol. Dua minggu lagi cek Lab. kembali, apakah kolesterol itu murni kolesterol atau hasil kerja ginjal yang tidak maksimal atau bocor.
Asam urat dan kolesterol adalah penyakit umum orang daerah saya dan istri saya, Minangkabau. Karena memang masakan orang Minang banyak mengandung santan dan lemak. Daripada mengonsumsi obat-obatan kimia, lebih baik mengonsumsi tanaman obat.

Asam urat merupakan salah satu bentuk penyakit rematik yang telah dikenal manusia sejak abad 5 SM, yang diakibatkan oleh tingginya kadar asam urat di dalam darah. Sejumlah nama terkenal seperti Leonardo Da Vinci, Benjamin Franklin, dan Ratu Anne disebut-sebut menderita penyakit ini. Penyakit ini tidak mematikan seperti kanker, tapi karena sifatnya yang mudah kambuh dan bisa menimbulkan nyeri yang amat sangat, maka penyakit ini terbilang cukup mengganggu bagi penderitanya.
Sebetulnya tubuh kita memproduksi asam urat dalam tubuh, sebagai hasil samping metabolisme purin, dan asam urat yang terbentuk dalam darah, akan dibuang melalui urin, sehingga dalam kondisi normal, asam urat bisa ditemukan di urin maupun darah. Namun apabila jumlahnya sangat berlebihan, maka tubuh kesulitan mengatur sistem pembuangannya, sehingga kristal-kristal asam urat bisa menumpuk di dalam persendian, dan kondisi inilah yang disebut sebagai gouty arthritis, atau gangguan asam urat. Karena bentuk kristalnya yang tajam-tajam seperti jarum, maka penumpukan kristal-kristal asam urat seringkali menimbulkan nyeri yang amat sangat pada sendi.
Asam urat bisa dideteksi melalui pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan cairan sendi, dan juga radiology. Melalui pemeriksaan laboratorium, kadar asam urat dalam darah dan urin akan diperiksa. Seseorang dikatakan menderita asam urat jika pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar asam urat dalam darah di atas 7 mg/dl untuk pria dan 6 mg/dl untuk wanita. Sedangkan dalam urin jika lebih dari 750 – 1000 mg/24 jam dengan diet biasa, maka sudah bisa dikategorikan sebagai asam urat. Pemeriksaan cairan sendi dilakukan untuk melihat adanya kristal urat atau monosodium urate (kristal MSU) dalam cairan sendi. Sedangkan pemeriksaan radiologi digunakan untuk melihat proses yang terjadi dalam sendi dan tulang untuk melihat proses pengapuran dalam benjolan-benjolan yang terjadi akibat penumpukan kristal asam urat di sendi dan otot.
Salahkan Protein Berlebihan
Pencetus utama tingginya asam urat adalah pola makan yang tidak tepat. Purin sebagai salah satu bagian dari protein, banyak terdapat dalam sumber-sumber protein seperti daging dan jeroan, sehingga pola makan yang tidak seimbang dengan jumlah protein yang sangat tinggi dalam kurun waktu yang panjang bisa mencetus terbentuknya penumpukan asam urat. Alkohol berlebih juga disebut-sebut sebagai salah satu pencetusnya. Sumber purin lainnya yang harus dicermati terutama bagi penderita asam urat adalah :
  1. Makanan kalengan seperti kornet, sarden, dan ekstrak daging
  2. Makanan laut seperti udang, kerang dan kepiting
  3. Jeroan seperti hati, ginjal, limpa, babat, usus, paru dan otak
  4. Kacang-kacangan kering beserta olahannya, seperti kacang tanah, kacang hijau, kacang kedelai, tempe , tauco, taoge, oncom dan susu kedelai
  5. Melinjo dan produk-produk olahannya, seperti emping dan kue melinjo
  6. Minuman beralkohol dan berbagai minuman hasil fermentasi
  7. Keju, susu dan telur
  8. Kaldu kental
  9. Buah-buahan seperti durian, avokat, nenas dan air kelapa
  10. Sayuran seperti daun bayam, daun singkong, daun jambu mete, kangkung, asparagus, buncis dan brokoli.
Mengetahui jenis-jenis penyakit pencetus asam urat, bukan berarti Anda harus menghindari makanan-makanan tersebut sama sekali, namun yang terpenting adalah mengendalikan jumlahnya dalam pola makan Anda, terutama jika Anda adalah penderita asam urat.
Selain itu, beberapa gangguan tubuh yang tidak diobati dengan baik juga bisa menjadi pencetus terjadinya penumpukan asam urat, misalnya tekanan darah tinggi (hipertensi), diabetes mellitus, tingginya kadar lemak dan kolesterol serta arteriosklerosis yang tidak diobati dengan baik, bisa mendorong terjadinya kerusakan pada ginjal. Jika kerja ginjal mengalami gangguan, maka ginjal tidak bisa bekerja normal menyaring zat-zat buangan dari dalam darah, termasuk juga asam urat.
Perbaiki Pola Hidup
Pola hidup saat ini yang kurang sehat, dimana semua serba terburu-buru, membuat kita jarang atau bahkan tidak pernah berolahraga dengan alasan sibuk dan tak ada waktu. Padahal, kurangnya olahraga membuat sistem metabolisme tubuh kita lebih lemah dibandingkan mereka yang rajin berolahraga karena tidak terlatih bekerja “keras” mengimbangi asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh untuk membentuk energi. Akibatnya tubuh jadi lebih mudah mengalami gangguan fungsi organ, dan kita pun jadi mudah sakit. Oleh karena itu, untuk mengurangi resiko terjadinya penyakit asam urat, sangat disarankan untuk melakukan olahraga secara rutin, karena selain asam urat bisa menimbulkan gangguan seumur hidup jika tidak diobati, asam urat juga bisa menimbulkan berbagai penyakit lain dan komplikasi penyakit, seperti cacat tulang, gangguan penglihatan, osteoporosis, dan gangguan ginjal yang jika kerjanya terganggu juga bisa mengakibatkan hipertensi, gangguan jantung, diabetes mellitus, dan stroke. Jadi semuanya akan terlibat seperti lingkaran setan, karena kerja ginjal memang sangat dipengaruhi dan akan mempengaruhi kerja organ-organ lainnya.
Pengobatan dengan Tanaman Obat
Indonesia telah mengenal beberapa tanaman obat yang diakui bisa digunakan untuk mengobati asam urat, antara lain sambiloto, sidaguri, salam, kumis kucing, meniran, dan anting-anting. Umumnya sifat-sifat farmakologis tanaman ini adalah diuretik (peluruh kencing) dan antiradang, karena dalam pengobatan modern pun, sifat-sifat obat sintetik yang dimanfaatkan untuk mengobati asam urat adalah antiradang (untuk mengurangi pembengkakan akibat penumpukan kristal asam urat) dan juga diuretik (untuk membantu pembuangan kelebihan asam urat dalam darah agar tidak terus menumpuk di dalam tubuh). Namun yang wajib Anda ingat, jika Anda sedang menjalani pengobatan modern, Anda tidak dianjurkan untuk menggunakan obat tradisional dalam waktu yang bersamaan, karena bisa jadi dosisnya menjadi berlipat ganda sehingga justru malah membahayakan. Konsultasikan terlebih dahulu pada dokter jika Anda ingin menggunakan obat tradisional.
Sambiloto ( Adrographis panniculata )
Aslinya merupakan tanaman dari India . Di beberapa daerah sambiloto dikenal juga dengan nama papaitan, ki peurat, bidara, kayu mas, lang, ki pait, sampiroto, atau ki oray. Sambiloto mengandung beberapa senyawa flavanoid, alkane, keton, aldehid dan juga beberapa mineral seperti kalsium, kalium dan natrium. Rasanya pahit, namun tanaman ini dikenal sebagai antiradang, penghilang nyeri atau analgetik, dan juga penawar racun. Bagian tanaman yang digunakan adalah seluruh tanaman.
Sidaguri ( Sida rhombifolia )
Dikenal dengan nama daerah guri, siliguri, kahindu, sadagori, otok-otok atau bitumu. Kandungan kimia yang sudah diketahui adalah alkaloid, kalsium oksalat, tannin, saponin, fenol, asam amino, minyak atsiri, zat phlegmatic untuk ekspektoran, dan lubrikan. Akarnya mengandung alkaloid, steroid dan aphredine. Sidaguri memiliki rasa manis, sedikit panas dan sejuk. Dalam pengobatan, sidaguri digunakan sebagai antiradang, peluruh kencing dan penghilang rasa sakit. Bagian tanaman yang digunakan adalah akarnya.

Daun salam ( Eugenia polyanta )
Dikenal masyarakat Indonesia sebagai bumbu masak karena memiliki keharuman yang khas yang bisa menambah kelezatan masakan nusantara. Daun salam rasanya kelat dan bersifat astringent. Senyawa-senyawa seperti minyak atsiri, tannin dan flavonoid banyak terdapat dalam daunnya. Untuk pengobatan memang daunnya lah yang paling banyak digunakan, tetapi akar, kulit dan buahnya pun berkhasiat sebagai obat.
Kumis kucing ( Orthosiphon aristatus )
Juga telah lama dikenal sebagai diuretik yang berkhasiat sebagai penghancur batu saluran kencing. Rasanya manis sedikit pahit, dulunya banyak tumbuh di selokan dan anak sungai, namun sekarang tak sedikit orang yang gemar menanamnya di pekarangan rumah. Garam kalium dalam tanaman ini memang berkhasiat melarutkan batu ginjal, karenanya banyak digunakan sebagai obat penghancur batu. Kandungan sinsetin-nya bersifat sebagai antibakteri, dan tanaman ini juga mengandung senyawa orthosiphonin
glikosida. Sifat diuretik tanaman ini berguna untuk membantu tubuh membuang kelebihan asam urat lewat urin.
Meniran ( Phyllanthus niruri )
Saat ini terkenal sebagai tanaman obat yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Meniran juga dikenal dapat membersihkan hati, sebagai antiradang, pereda demam, peluruh kencing, peluruh dahak, peluruh haid, menjernihkan penglihatan, serta menambah nafsu makan. Seperti halnya kumis kucing, sifat diuretiknya-lah yang digunakan untuk mengobati asam urat.
Karena akarnya – entah kenapa – disenangi kucing, maka tanaman anting-anting ( Acalypha indica ) sering juga disebut kucing-kucingan atau akar kucing. Orang Sunda mengenalnya sebagai rumput kokosan. Rasanya pahit, sejuk dan bersifat astringen. Herba ini berkhasiat sebagai antiradang, antibiotik, peluruh kencing, pencahar dan penghenti perdarahan. Umumnya orang menggunakan bagian akarnya untuk menangani penyakit asam urat.
Beberapa ramuan yang bisa digunakan untuk membantu mengatasi gangguan asam urat adalah :
  1. Cuci bersih dan rebus sambiloto kering 10 gram, rimpang temulawak kering 10 gram, komfrey 5 - 10 gram, dan buah lada 1 gram dengan 5 gelas air hingga tersisa 3 gelas, diminum 3 kali satu gelas setiap hari, 1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan.
  2. Cuci bersih 10 gram daun kumis kucing kering atau 20 gram basah, 10 gram meniran kering atau 20 gram basah, 10 gram sawi tanah kering atau 20 gram basah, 15 gram jahe merah kering atau 30 gram basah, dan 10 gram kapulaga kering. Memarkan jahe merah dan gabung dengan bahan yang lain, rebus dalam satu liter air hingga tersisa setengahnya. Minum pagi, siang dan sore hari, masing-masing ¾ gelas (150 ml) atau minum dua kali sehari masing-masing 200 ml.
  3. Rebus 15 - 30 gram herba kering atau 30 – 60 gram herba basah sidaguri dengan 3 gelas air sampai tersisa setengahnya, minum 3 kali sehari masing-masing ½ gelas. Jika menggunakan akar, dosisnya 10 – 15 gram.
  4. Rebus 10 – 15 lembar daun salam segar ataupun kering dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas, minum 2 kali sehari masing-masing ½ gelas.
  5. Ambil 5 -7 potong akar anting-anting (segar ataupun kering), rebus dengan 2 gelas air hingga tersisa satu gelas, setelah dingin minum sekaligus. Lakukan 2 -3 kali sehari.
  6. Untuk borehan, gunakan daun gandarusa segar 40 gram, daun kemangi segar 30 gram, kencur segar 30 gram, jahe merah segar 30 gram, daun encok segar 30 gram, dan beras 40 gram. Rendam beras selama 3 – 4 jam. Cuci semua bahan, tumbuk/lumatkan, lalu campur dengan beras yang telah ditumbuk. Setelah bahan tercampur dan lembut, tempatkan dalam wadah dan borehkan ramuan pada bagian yang sakit secukupnya. Lakukan pengobatan dua kali sehari, pagi dan sore.
http://blog.alfisatria.com/tanaman-obat-untuk-asam-urat.html
More aboutTanaman Obat untuk Asam Urat

Empat Tanaman Obat untuk Asam Urat

Posted by Sehat Dengan Herbal

Siapa pun pasti akan merasakan derita bila terkena penyakit asam urat. Bila penyakit ini menyerang, rasa nyeri yang amat sangat di persendiaan tulang akan membuat seluruh badan penderita tidak berdaya.
77798082
Penyakit asam urat atau gout terjadi karena gangguan metabolisme purin di dalam darah, sehingga kadar asam urat darah meningkat melewati kadar normal (2-5 mg%) menjadi lebih dari 6 mg%. Terganggunya sistem pencernaan dan sistem peredaran darah, termasuk kelenjar-kelenjarnya merupakan salah satu penyebabnya. Selain itu, meningkatnya kadar asam urat darah juga disebabkan oleh gangguan fungsi ginjal dan saluran kemih yang mengakibatkan tidak lancarnya ekskresi asam urat melalui urine. Peningkatan ini biasanya akan disertai penumpukan garam urat di persendian tulang, terutama persendiaan kaki dan tangan sehingga menyebabkan sakit pada persendian.
Untuk mengobati penyakit itu, perlu dilakukan perbaikan sistem metabolisme enzim dan zat makanan di dalam tubuh serta memperlancar peredaran darah agar tidak terjadi penumpukan asam urat. Selain itu, asam urat darah pun harus diekskresikan keluar tubuh, baik melalui air seni maupun kotoran. Di samping menggunakan obat modern, ramuan tradisional juga dapat dicoba khasiatnya.
Satekola
Ramuan ini disebut satekola karena bahannya menggunakan tanaman sambiloto (Andrographis Paniculata), temulawak (Curcuma Xanthorrhiza), kompri (Symphytum Officinale), dan lada (Piper Nigrum). Kemanjuran ramuan ini sebagai obat asam urat belum diuji secar klinis, tapi khasiat setiap tanamannya telah banyak diungkap. Secara umum semuanya berfungsi meningkatkan aktivitas kelenjar pencernaan dan sistem hormonal metabolisme tubuh. Efek diuretik (memperlancar pengeluaran urine), anti rematik, dan analgetik (menghilangkan rasa nyeri) dari tanaman obat ini juga bermanfaat dalam proses pengobatan asam urat.
Daun sambiloto banyak mengandung lakton (andrografolid, neoandrografolid, deoksiandrografolid, dan deoksi-didehiro-andrografolid) dan komelgin yang memberikan efek depresan pada sistem saraf pusat untuk mengurangi rasa sakit pada persendian (efek analgetik dan anastesi). Kedua senyawa itu juga diduga dapat membersihkan darah sekaligus memperlancar peredaran darah.
Sambiloto juga mengandung flavonoid (polimetoksiflavon, andrografin, panokolin, mono-O-metilwightin, dan apigenin-7,4-dimetil eter) yang bersifat anti inflamasi (anti radang). Jadi, sambiloto akan mengurangi peradangan dan pembengkangan sendi. Sifat anti inflamasinya makin lengkap dengan adanya kandungan minyak asiri pada daun dan ranting-rantingnya. komponen lain yang dikandungnya seperti asam androfolat, kalium, kalsium, natrium, dan alkaloid selain membantu proses metabolisme hormonal di dalam tubuh juga diduga berperan sebagai diuretik.
Temulawak mengandung komponen utama berupa zat tepung (48-59,64%), abu (5,26-7,07%), serat (2,58-4,83%), kurkumin (1,6-2,2%), serta 1,48-1,63% minyak asiri yang terdiri atas felandren, kamfer, turmerol, borneol,sineal dan xanthorrhizol. Di samping meningkatkan kerja ginjal untuk memperlancar peredaaran asam urat dalam tubuh melalui urine, zat-zat gizi yang dikandungnya juga membantu proses metabolisme untuk memulihkan kondisi tubuh yang menurun akibat sakit. Sementara kurkumin dan minyak asiri bersifat anti bakteri, aktif mengatasi peradangan (anti inflamasi), dan menghilangkan rasa nyeri (analgetik) pada persendiaan tulang.
Daun kompri mengandung zat getah dan senyawa kimia seperti allantoin, triterpenoid, asam fenol, asparagin, alkaloid pyssolizidine, dan tanin. Secara umum zat-zat tersebut berperan sebagai anti inflamasi, anti rematik, penyembuh luka, serta menjadi demulsen yang membantu sistem pencernaan dengan melindungi dinding saluran pencernaan dari iritasi. Manfaat kompri sebagai anti inflamasi tidak terlepas dari khasiat asam fenol (termasuk rosmarinic acid) yang dikandungnya. Zat getah dan tanin mengurangi gangguan pencernaan akibat luka atau tukak pada dinding organ pencernaan. Selanjutnya, jaringan yang rusak akan diperbaiki oleh allantoin. Fungsi alkaloid diduga membantu mengurangi kejang akibat radang dan menghilangkan rasa sakit (analgetik).
Lada mengandung senyawa piperin, piperanin, dan chavicin. Di dalam tubuh, senyawa-senyawa itu menjadi stimulan aktivitas kelenjar pencernaan, termasuk mempercepat pencernaan zat lemak, sehingga ekskresi asam urat tidak terhambat. Senyawa-senyawa tersebut juga akan meningkat fungsi ginjal dan organ uriner lainnya guna kelancaran pengeluaran urine. Kandungan minyak asirinya termasuk bet-bisabolene, camphene, beta-caryophyllene, serta senyawa terpena dan seskuiterpena lainnya selain bersifat antiseptik dan anti bakteri yang membantu mengatasi gangguan pencernaan juga akan mengurangi rasa sakit pada persendian (analgetik). Tak hanya itu, minyak asiri juga menjaga kehangatan tubuh sehingga peredaran darah tetap lancar.
Khasiatnya terbukti
Sebenarnya terciptanya ramuan obat asam urat ini sifatnya hanya coba-coba saja setelah penggunaan obat modern tidak banyak membawa hasil. Padahal sejak mersakan serangan penyakit ini pada tahun 1993, penulis taat berkonsultasi dengan doker. Akhirnya pada akhir 1993, penulis mencoba mempelajari khasiat berbagai macam tanaman yang ada di kebun koleksi tanama obat milik Balai Penelitian Tanaman Obat (BPTO) Tawangmangu. Akhirnya terpilihlah keempat macam tenaman obat tersebut untuk diramu menjadi obat. Ramuan itu diminun tiga kali sehari.
Sungguh menggembirakan. Hanya dalam satu minggu meminum ramuan tersebut penulis telah merasakan kemanjurannya dengan berurangnya rasa sakit pada persemdian. Merasa ada reaksi, penulis melanjutkan konsumsi obat hingga satu bulan. Rasa sakit akibat asam urat pun sama sekali hilang. Bahkan ketika penulis melanggar pantangan makan dari dokterpun, rasa sakit pada persendian tidak ada lagi hingga sekarang. Dengan demikian berarti penuis terbebas dari penyakit yang menyiksa ini.
Pengalaman yang dialami penuis kemudian diinformasikan kepada sesama rekan pengidap asam urat. Beberapa rekan yang mencobanya pun merasakan khasiatnya. Bahkan seorang staf Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi (Puslitbang Gizi) di Bogor kadar asam uratnya menurun dari 7,3 mg% mejadi 3,1 mg% setelah dua minggu pengobatan.

 http://anazhahara.wordpress.com/2009/06/04/empat-tanaman-obat-untuk-asam-urat/
More aboutEmpat Tanaman Obat untuk Asam Urat